Oleh Hindra Setya Rini*

Sebuah proyek pertunjukan yang diinisiasi oleh Yoko Ishiguro dan Risky Summerbee & The Honeythief, 20 Juli 2007 telah dipentaskan di Kedai Kebun Forum, pukul 20.00 WIB.

Malam itu di Kedai Kebun Forum, penonton yang ingin menyaksikan “She Flies Tommorow” sudah terlihat bergerombol di  depan pintu masuk tempat pertunjukan berlangsung. Mereka mengantri meskipun pertunjukan masih akan dimulai cukup lama kemudian. Diperkirakan jumlah penonton yang datang dan hadir dalam pertunjukan mencapai 150-an orang, belum lagi ditambah dengan penonton yang terlambat tetapi tetap memaksa masuk ketika pertunjukan berlangsung. Pertunjukan ini mampu menarik perhatian penonton yang penasaran ingin melihat kolaborasi antara Yoko Ishiguro dari Jepang dan Risky Summerbee yang sudah tak asing lagi keberadaannya sebagai musisi karena keterlibatannya yang intensif di beberapa pertunjukan teater dan musik di Jogja.

Segera, ketika memasuki ruang pertunjukan penonton disajikan alunan musik dan TV-TV yang menyala dengan berbagai ukuran dalam suasana remang-remang. Penerangan hanya berasal dari nyala TV yang  bergambar garis-garis kabur yang terus bergoyang, hampir mirip dengan TV di rumah kita jika sedang ada gangguan atau rusak. Sementara musiknya sendiri terus dimainkan secara langsung oleh Risky & The Honeythief yang pada saat itu sudah berada di dalam panggung pada sisi kanan bagian belakang.

Ishi Ishiguro yang notabene adalah aktor tunggal dalam pertunjukan ini memasuki ruangan dengan koper besar yang digeret ke dalam panggung layaknya orang sedang bepergian. Mengunjungi suatu tempat dan tinggal untuk beberapa waktu. Irama musik sudah berganti. Aktivitas yang dilakukan aktor adalah keseharian, mulai dari menata alat kosmetik dan sebuah laptop yang mengisi ruang dan menjadi setting, menjemur dan berganti baju, menggelar kain seperti saat piknik serta menata perlengkapan yang dibawanya di sana. Suasana yang dibangun riang dan ceria.

Dalam pertunjukan yang berdurasi sekitar empat puluh lima menit ini aktor melakukan gerak tanpa kata. Sutradara She Flies Tomorrow yang adalah si Inisiator pertunjukan ini pun mengatakan bahwa dalam pertunjukan yang mereka gelar di Kedai Kebun Forum tersebut tak terlepas dari pengaruh seni teater, tari kontemporer, dan musik gig.

Gig adalah istilah lain dari konser musik yang biasanya dimainkan oleh band-band musik beraliran Rock n Roll, Blues, Jazz, Rock, dan yang lainnya tetapi tidak untuk musik Klasik. Konsep itulahlah kiranya yang ingin ditampilkan duo Risky dan Yoko Ishiguro. Ini terlihat pada Risky & The Honeythief yang tampil live (konser secara langsung) di panggung yang selaras dengan permainan tubuh Yoko dalam pertunjukan malam itu.

Tari kontemporer bisa dilihat dari gerak-gerak tubuh yang bukan keseharian yang dimainkan Yoko pada tengah pertunjukan. Saat ia bermain dengan cahaya senter yang minimalis dengan kostum yang telah berganti menjadi gaun malam, lalu muncul kembali dengan kostum minim dan ia bermain dengan koper besar di tengah ruangan dengan gerak-gerak patah.

Laptop, kursi yang digunakan saat berdandan, TV-TV yang menayangkan orang-orang lalu-lalang di keramaian yang juga kadang menggemakan suara-suara ke seluruh ruangan, cahaya temaram tempat aktor berganti baju dengan gerak keseharian, serta ruang tempat konser band yang ada di panggung, dan permainan antar performer pada malam itu kesemuanya telah membangun sebuah peristiwa bersama dalam sebuah pertunjukan teater.

Jika menikmatinya secara sekilas, pertunjukan ini tidak bisa dilepaskan dari ketiga unsur yang berpengaruh tersebut. Menjadi kabur dan sulit untuk memilah apakah bentuk pertunjukan She Flies Tomorrow ini adalah konser musik, tari kontemporer, atau teater. Yang jelas musik Risky & The Honeythief bukan pula sekedar musik ilustrasi seperti yang biasa kita temui pada pertunjukan teater-teater tertentu tetapi konser musik band ini berangkat dari teksnya sendiri. Bahkan tiga nomor lagu yang dipertunjukkan pada malam itu ada dalam album mereka, dan band ini untuk pertama kalinya menampilkan permainan komposisi musik oleh Doni Kurniawan  pada bass, Sevri Hadi  pada drum, Risky dan Erwin Subiyantoro pada gitar dan keyboard.

Ke-kabur-an bentuk tersebut dimunculkan  kembali pada akhir pertunjukan dengan interaksi yang sehari-hari dengan penonton. Mirip bentuk-bentuk performance art karena Yoko memang pulang ke Jepang keesokan harinya!

* Hindra Setya Rini, reporter skAnA, aktor Teater Garasi

(terbit di skAnA volume 05, November 2007-Maret 2008)

*****


Tim Artistik:

Sutradara Risky Summerbee & Yoko Ishiguro Aktor Yoko Ishiguro Musik Risky summerbee & The Hoeythief Stage Manager Johan Didik Desainer Lampu Antok Hercules Video Ifa Isfansyah

Komentar Penonto:

“Ide pertunjukannya menarik, menyenangkan melihatnya.. Tujuan pertunjukan jadi jelas pas adegan terakhir..” (Gembez, Aktor dan Peternak, 26 tahun)