Oleh: Iskandar GB*

Pada Kamis malam (16 November 2006) di pendopo Teater Garasi digelar pertunjukan Wayang Air.  Pementasan Wayang Air kali ini berjudul Suluk Air 2 “Mbok, Apa Sira Lihat Keong Kumambang”, dibawakan oleh Komunitas Wayang Suket pimpinan Slamet Gundono yang bermarkas di Mojosongo, Solo.  Pertunjukan dimulai pukul 19.30 WIB, dengan durasi pertunjukan lebih kurang 90 menit.

Melalui gayanya yang khas, Slamet Gundono membawakan cerita dari dunia wayang ke dalam kehidupan sehari-hari. Diiringi empat orang penari yang memainkan air dengan berbagai peralatan rumah tangga, penonton dibawa ke dalam dunia pewayangan dan dunia kehidupan sehari-hari. Dari cerita tentang terusirnya Dewi dari khayangan ke sungai,  sampai ke persoalan krisis air bersih yang kini  banyak menimpa masyarakat kita.

Pertunjukan Wayang Air ini sungguh menghibur puluhan penonton yang hadir di Pendopo Teater Garasi, termasuk penduduk kampung dari lingkungan sekitar.  Juga cipratan air dari beberapa penarinya, jadi menyegarkan pementasan. selain itu, dagelan yang dimainkan para pemusik diakhir-akhir pertunjukan cukup membuat penonton tergelak. Air, bagi Slamet Gundono dijadikan sebagai sumber inspirasi kreatif.  Dan Wayang Air telah memberikan satu penawaran yang unik dan menarik dalam khasanah seni pertunjukan di Indonesia.

Selain di Pendopo Teater Garasi, Wayang Air juga dipentaskan di Jakarta dalam acara Jakarta International Puppetry Festival 2006

*Iskandar GB, aktor dari Komunitas Berkat Yakin, Lampung.

(terbit di skAnA volume 03, Maret-Juni 2007)

Advertisements